Jumat, 08 Oktober 2010

Perjalanan

Sajak kini berhenti berharap
Dalam satu ruang yang penuh penantian
Termenung lah mereka yang menyaksikan
Ternyata semua tak bisa dipastikan
Apa yang terjadi esok semua hanya penantian

Walau harap pun tak sesuai dengan ke inginan 
Tapi itulah perjalanan yang terus berjuang
Hingga detik detik menyaksikan kepergian
Jangan pernah menyerah walaupun itu menyakitkan

Bintang Untukmu

jangan heran bila langitmu malam ini tanpa bintang dan bayang bayang
karena dia sedang melihat mu dalam ke gelapan
Membentuk sebuah hayalan dalam kegelapan
Agar kau cepat melupakan sesuatu yang tak kau harapkan
semua suara tidur yang bernafas menemui dewi malam
hari esok pun datang dengan cahaya alam

para bintang malam mengharapkan engkau kembali esok malam
tapi bukan dengan kegelapan 
melainkan dengan cahaya terang
memberi setetes warna jiwa yang penuh harapan
dengan cahaya bintang yang akan menemani mu dalam senyuman

Hujan Untuk Bumiku

hujan membasuh senja yang angkuh
orang orang ke dinginan dan meneduh
tadahlah berkah langit dengan segenap kesadaran
riak riak hujan menjelma untuk membuat ku sebuah puisi
air hujan belum juga berhenti menjatuhi tanah tandus ini
menggigil tubuh ku dengan ke dinginan 

disapunya kotor kotoran yang berserakan di bawa kesungai
pohon pohon itu tersenyum dengan segar
dan aku Cuma bisa menatap melihat dan juga berkata 
terima kasih tuhan berkat hujan mu
perpohonan jadi segar…. Bumi ku jadi sedikit bersih dari kotoran

Pantas Makluk Tuhan Yang Sempurna

Perjalanan yang panjang melewati dunia yang terbentang
Menghampiri sorak sorak dan jeritan antar manusia dan hewan
Manusia selalu merasa dirinya lebih hebat dari pada makluk lain yang di cipta oleh tuhan
Makluk ciptaan tuhan yang paling sempurna dari pada mereka yang lain nya
Tapi hati dan perilakunya tak lebih dari mereka para binatang
Akal selalu digunakan untuk keburukan dan kemunafikan
Pikiran digunakan untuk penipuan dan penyesatan
Dan perasaan selalu di tutup-tutupi dan di buka dengan kebencian

Apa kita layak disebut makluk yang paling indah yang diciptakan tuhan
Apa kita pantas menjadi makluk yang sempurna yang diciptakan oleh tuhan
Kemana kita bawa kesempurnaan itu yang diberikan
Kemana akal dan pikiran yang diberikan itu kita gunakan
Apakah kesempurnaan manusia diberikan hanya untuk kerusakan

Datang Tak Pergi

Serasa hari begitu cepat berlalu
Esok tak kusangka tiba
Kebahagiaan hanya menjadi angan angan
Yang selalu terbayang dengan senyuman dan hayalan


Harapan terus ada dalam hati dan perasaan
Menjadi suatu pengharapan dalam kehidupan
Adakah hari esok tiba jadi suatu impian
Dimana ada satu kebahagiaan yang tak terlepaskan
Datang dan tak pergi dalam kehidupan


Bukan seperti hujan bukan jua seperti badai
Yang datang dan lalu pergi tanpa ada yang bisa menahan
Dia seperti laut yang tak pernah kering karena perubahan
Dia seperti bulan dan bintang yang setia menerangi alam dalam kegelapan
Ku ingin hidup ku seperti bintang dalam kegelapan malam
Yang selalu indah menerangi alam

Rakyat Dan Penguasa


Mengecah cahaya hari tanpa sinar matahari yang diselimuti mendung
Inilah saudara ku yang hidup dalam tipu daya mereka yang berkuasa
Kita hanya berkata semoga tuhan membalas perbuatan nya
Tapi mereka terus berjaya tanpa peduli doa doa rakyat nya
Bangsa indonesia bangsa yang selalu rakyat bangga
Dengan semua kekayaan alam nya

Tapi rakyat nya semua jelata mati dalam tipu daya
Padahal mereka disana yang berkuasa
Tak lebih dari lelaki banci yang selalu didampingi budak budak nya
Kemana dia pergi budak nya selalu mendampingi dan melindungi 
Seolah olah dia lah dewa dan penyelamat bangsa 
Dan harus di hormati jasa dan jeri payah nya
 


Padahal mereka tak lebih dari calon calon para neraka
Yang selalu mencuri dan berkuasa asalkan mereka jadi kaya
Punya ku…..punya mu……dan punya kita itu semua di anggap punya dia
Tapi rakyat apa daya tak bisa berbuat apa-apa
Hukum dunia ada ditangan mereka yang berkuasa
 


Teriakan rakyat hanya menjadi opini bagi mereka
Di saat kopi pagi dihidangkan oleh pembantu-pembantu mereka
Dan semua teriakan itu akan berlalu dengan cerita-cerita baru
Penguasa selalu tertawa melihat rakyat jelata yang berteriak disana
Itu hanya teriakan kecil yang dihembus angin pun berlalu



Jangan Tinggalkan Cinta Mu

jangan pernah kamu tinggalin orang yang mencintai kamu.......
deengan ketulusan hatinya demi orang yang kamu sukai.....
karena orang yang kamu sukai akan pergi niggalin kamu .......
demi orang yang dia cintai.....


tapi coba lah berusaha untuk mencintai orang yang mencintai kamu......
karena cinta datang bukan disaat kita belum mengenal nya....
tapi cinta datang disaat kita telah mengenal dirinya..............

Menikmati Senja

Hari ini aku lelah 
Aktifitas ku membuat tak terasa senja tiba
Detik detik senja aku coba menikmati nya
Aku pergi ke ujung kota ku
Disana aku duduk terdiam dalam suara ombakan
Ombakan itu terasa didadaku


Tatapan mataku kian mencari
Makna makna yang ada dihari itu
Didepan ku jauh disana ada pulau
Yang kian membuat pemandangan itu lebih indah
Aku coba terus memandang semua yang ada didepan ku
Kian melamun…merenung….meratapi


Ku duduk diberbatuan yang dihantam ombak ombak riang
Aku terus menikmatinya tanpa ingin ke indahan itu berlalu……
Walau hanya sekedip mata
Aku terus berkata 
Tuhan ke indahan yang aku rasakan sungguh menakjubkan
Tuhan ke ajaiban yang engkau berikan sungguh tak kusangka

Berkarya Diatas Derita Rakyat

Biarkan mereka berkarya di atas penderitaam rakyat nya
Janji janji mereka hanya sebuah kemunafikan belaka
Jembatan jembatan yang dibangun agar mereka leluasa
Leluasa menyebrang neraka 
Janji janji yang mereka pernah ucapkan tak pernah ditepati
Semua hanya karena nafsu dan sebuah jabatan


Kekuasaan membutakan mata mata mereka yang mempunyai kekuatan
Se olah olah mereka tak dapat di lawan
Lihat lah rakyat disini hanya bisa menyaksikan
Melihat tingkah laku sang dewan yang telah rakyat percayakan
Menetes air mata rasa penyesalan
Berharap agar mereka cepat sadar
Terbangun dari kerakuhan dan terbangun dari kesombongan

Rindu Gerimis Malam

Jejak malam senyap dalam kesunyian
Menikmati hujan yang gerimis yang telah membasahi bumi ini dari sore tadi
Dan rumput rumput pun mulai tertawa segar menikmatinya
Tak ada bulan dan bintang yang menyinari bumi malam ini

Ku gali sebuah sajak bumi hujan malam ini
Aku terus menyulam dalam kegelapan malam dengan hayalan
Sudah lama aku merindukan sosok gerimis di malam indah ini
Kupastikan semua rintik rintik akan tersenyum buat sang penghuni alam
Dan menikmati malam dengan kehangatan hujan
Akan terbangun dengan mentari yang indah ditemani pohon yang kehijauan

Harap Senyum Persahabatan

Tak terasa senja kembali menebarkan senyum nya….
Bila ini senyum persahabatan maka aku akan mencoba menikmatinya
Menikmati persahabatan yang indah ini
Tapi bila ini hanya lah senja senyuman biasa 
Mungkin aku akan terdiam menyaksikanya
Tiada lagi yang harus kunikmati
Dalam dekapan pun ku selalu merasa sepi
Begitu banyak mereka datang memberi senyumnya
Tapi aku tak pernah menikmatinya
Selalu berharap akan ada senja yang indah membawa aku dalam hayalan nya
Menatap dan Menikmatinya tanpa menginginkan kehilangannya
walaupun hanya satu kedip mata untuk meninggalkannya

Waktu Yang Beranjak

Kala malam mulai menuai kesunyian
Dalam senyap pun tak ada suara satu manusia
Hanya ada lagu lagu cinta yang terdengar indah di telinga
Menatap masa depan yang kian beranjak waktu 
Entah apa yang akan terjadi dengan semua di depan nya
Mungkin akan ada air mata yang tak sanggup menahan luka
Menanti sebuah ke ajaiban yang suka
Dimana ada satu senyuman untuk selamanya

Jejak

Andai jejak itu adalah masa lalu
Biar aku mengenang saat-saat indah itu
Dalam pekat malam merayap di antara tebing-tebing sunyi
Menahan hampa dalam dekapan jauh sinar rembulan

AKU SUNTUK DI KOTA KU

sepertinya aku kehilangan kata-kata
untuk sajak selanjutnya
karena kota ini menyulapku
menjadi sehari yang kalut, dalam kabut

kau akan tertawa
karena kekuatanku
hilang, hilang, tak mampu berbuat apa-apa
untuk berpikir sejenak
bagaimana aku menjaga malam ini
dari bayang-bayang kota
seperti kau selalu melihatku perkasa
dari ide, yang membuat kalian terbelalak
" apakah ini mungkin ?"

mungkin kau mengerti
bagaimana mauku malam ini
seandainya kota ini sama
lalu bicara tentang harapan yang hilang 
senyum gadis manis, perjalanan hari-hari kita
jadwal belajar kita, kepada denyut debar kita

aku suntuk disini
suntu dengan raga tak berbentuk
melihat puing malam
yang tenggelam dan lenyap nyasar, aku nyasar

KE INDAHAN ALAM

Saat ku tatap sebuah malam
Saat indah bintang dan bulan yang menyinar
Asaku membiru melihat ke indahan alam yang tercipta
Langit langit malam yang begitu indah
Bercahaya mengeluarkan pancaran sinar ke indahan

Saat ku terbangun esok pagi
Sebuah mata tertuju pada rumput rumput hijau
Embun pagi membasahi rumput rumput hijau itu
Dan sinar mentari mengeluarkan pancaran indahnya

begitu binatang mulai terbang mencari sarang nya
engkau memberikan sinar indah yang kau pancarkan dari ujung barat
riak riak air terus kunikmati sambil melihat pemandangan indah itu
dan berharap aku akan kembali esok hari dan menikmati semua ini lagi

Tuhan begitu indah ciptaan mu
Andai saja aku adalah orang yang mengerti
Aku akan selalu dapat menikmati rasa indah itu

CERITA KU

Terbangun  dalam pagi yang penuh embun dalam daun nya hijau alam
Pergi menapaki merasakan kesejukan pagi ini
Tak terasa lambat laun berjalan sebuah sinar telah bercahaya
Dari ujung timur engkau pancarkan sinar mu
Sinar yang indah bagi ku dan bagi mereka yang menikmatinya

Ada satu rasa yang tak tertahan di benakku
Ingin rasanya menikmati sang mentari ini
Dengan segelas air kasih sayang  yang engkau tuang kan
Dengan sepiring kebahagiaan yang engkau berikan
Tak dapat terbendung rasa kenikmatan dan senyuman yang terus ku pancarkan

Andai semua ini ada aku harus bekerja keras untuk mendapatkannya
Andai ini harapan aku akan selalu berdoa kepada sang pencipta

Tuhan engkau lah tempat daku mengadu
Tuhan engkaulah tempat daku bersandar
Tuhan engkaulah tempat daku bercerita

Dengarkan lah ceritaku,dengarkan lah doa ku dan lihatlah kerja keras ku

natural tangsen

kesejukan alam yang membuat aku tersentuh dalam kedinginan yang nyata......
menggigil menyentuh tulang tubuh ini.......
kehijauan masih terlihat dengan mata nyata.......
tetesan embun terasa kedinginan yang hijau.....
sembari dengan terbit nya mentari.....
hijaunya alam membuat aku terhanyut dalam suasana ini.....

Scenery Tangse

dinginnya malam dirasakan tubuh ini
meresapi dalam nya hawa 
dingin yang terbelenggu dalam detak jantung
yang tiada arah

indahnya suasana disekeliling pergunungan
hijaunya daun daunan dan padi yang tumbuh
membuat suasana menjadi tenang dalam nyata

SUASANA PAGI INI 06 OKTOBER 2010

pagi ini mungkin sedikit luar biasa
dengan hembusan angin yang tersentuh tubuh ini
dingin nya pun terasa
mentari yang coba bersinar melawan hawa kesejukan
embun pun tak tau yang mana
bercampur hujan yang belum kering
tetapi hujan kini reda
setelah puas membasahi tanah bumi yang telah tandus ini